Thursday, January 13, 2011

Thursday, November 25, 2010

harga sebuah pengorbanan

Aidiladha baru sahaja meninggalkan kita...
Syukurlah kita masih dipanjangkan usia hingga ke saat ini.
Bila sebut pasal Aidiladha, kita tak akan lupa pada pengorbanan.
Bila sebut pasal pengorbanan, kita tak akan lari dari perasaan yang menggesa kita agar terus bersabar. Pengorbanan itu pasti melukakan hati sesiapa sahaja yang melakukannya. Namun, sedarkah kita disebalik kelukaan dan kesakitan itu terselit hikmah yang telah ditakdirkan untuk kita?

Namun sebagai insan, seteguh mana pun perasaan, sekental mana pun jiwa akan terselit juga kesedihan dan dukacita apabila ujian itu datang bertalu-talu. Apabila kebaikan dibalas dengan keburukan. Apabila keikhlasan dibalas dengan kesombongan dan hasad dengki.

Hari ini, kesabaranku diuji lagi. Walaupun ujian itu tidak sekuat mana, namun terdetik juga perasaan luka di hatiku. Terguris juga perasaan halusku. Untuk meluah rasa dan untuk difahami isi hatiku, aku sengaja mengatakannya dengan seorang rakanku.
Aku berkata, "susahkan jadi orang baik ni? ramai orang tak suka"
Rakanku menjawab, "bukannya orang tak suka. Tapi orang baik ni senang dipijak. So, perasaan pentingkan diri sendiri tu kadang-kadang perlu ada jugak bila diperlukan."

Hmmmmmm......


Allah tetap akan memandang hamba-hamba yang sabar itu lebih dari segalanya. Allah akan tetap memandang dengan pandangan yang penuh kasih sayang melalui pandangan rahmat-Nya. Malah, para malaikat juga akan turut mendoakan hamba yang sabar, Insyaallah.

Percaya dan yakinlah dengan Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan menimpakan sesuatu cubaan kepada kita melainkan kita mampu untuk menanggungnya. Allah tidak zalim untuk menyeksa kita dengan ujian yang Allah memang tahu kita tidak mampu untuk memikul ujian itu. Cuba renungkan kembali, atas dasar apa kita dilahirkan ke dunia dan apa niat kita di atas muka bumi ini.

Dengan sifat yang sabar, kita boleh menjadi seperti seteguhnya karang yang ada di laut. Tidak akan goyah walau dihempas badai yang melanda. Kita tetap akan menjadi lemah-lembut sepertimana rumput akur dengan belaian angin, tetapi kita tidak akan luruh dan tumbang akibat ditampar dengan ribut taufan yang sengaja datang untuk menyapa kekuatan SABAR yang kita ada.


Renung-renungkan.....

Saturday, November 20, 2010

was it true?

Several years ago...
You left me without saying anything
Without confirming anything about everything
What was there in your mind?
What was there in your heart?
Was it me?
I kept wondering
Was it true?
People kept telling me the same thing
Was it true?
But, still..
You left me
Without confirming anything about everything

Now...
All of sudden
You came back
After I already moved on
After your name not in my heart anymore
After I close my heart from anyone
Because of you

You say such a beautiful word
You say such a sweet confession
But..
What do you expect from me?
After several years I kept wondering
Do you think I will accept you that easy?

Yes
I am not a sweet talker
I will not saying what lies in my heart
I am scared
I am scared to death!
What if you lied to me?
What if everything is just a lie?

But..
Don't you want to know?
Don't you want to know who was there in my heart?
You keep talking, telling about your feeling
Why you never ask about my feeling though?

Then..
You left again
After my cold response
After I was not answering your heart
What is it now?
Are you trying to tell me to wait for you
Again?
Yes
I know
I am the one that makes thing difficult
I was not saying what lies in my heart
I know
But, still..
Where are you now?
How could you left me?
Again?
Will you wait for me?
For my answer?
I think...I miss you
I don't know!
I am confuse
I don't even know my own feeling
For all those things
I am sorry

p/s: I am not a sweet talker..SORRY






Sunday, November 14, 2010

fall in love

‎"Ever wondered why we say 'fall in love'? Why not 'sleep in love', or 'rest in love', or 'walk in love'?

It's because 'fall' is something that we
don't plan.. We plan to walk, to sleep or rest..but not fall.. That's life..and that's love..:)"


p/s: blogger still in 'love' mood........hehehe

Kalau aku jatuh cinta

Bila anda mula merasakan cinta? Dulu, sekarang atau baru sahaja sebelum membaca entri ini? Boleh jadi jawapan anda bermacam-macam kerana jatuh cinta banyak ceritanya. Siapapun di atas muka bumi Allah ini, tidak terkecuali sangat berpotensi terkena sengatan cinta. Sebuah getaran rasa yang menandakan rasa suka, rasa ingin selalu dekat, rasa ingin selalu diperhatikan dan rasa ingin berkorban membahagiakan pasangannya.


Sebelum jatuh cinta
Ya Allah…Ya Rahman…Ya Rahim…
Allah Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cintaku untuk-Mu berkurang
Hingga membuatkanku lalai akan adanya Engkau


Allahu Rabbi aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tidak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allah Rabbi
Izinkan bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berikanlah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allah Rabbi
Pintaku yang terakhir
Seandainya aku jatuh hati
Jangan pernah kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu.
Setelah jatuh cinta
Ya Allah, kalau dia jodohku, maka dekatkanlah, berikanlah kami jalan untuk bersatu.. Tapi kalau bukan, berikan aku keikhlasan untuk melepasnya dan keikhlasan untuk melihatnya berbahagia dengan orang lain.. Berikan aku jodoh yang terbaik menurutMu untukku.. Amiin

Dia bukan jodohku

Kenangan kadangkala menjadi tetamu. Tetamu tidak diundang.
Bertandang dalam sedar, antara tangis gembira dan ketawa duka antara membenci dan menyukainya.

Kenangan bukan api yang boleh dipadamkan dengan menjirus air dan menyembur busa, atau apa sahaja alat pemadaman.
Ia bisa bertandang kembali pada detik-detik kemudian.

Sekadar perkongsian

Some people says:

“Mereka sanggup melayan dosa bercouple begitu… mereka sudah lupakah janji Allah bahawa jodoh dan pertemuan sudah diatur-Nya? Mengapa mesti melayan dosa?”

“Kenapa mesti bercinta semasa belajar, bukankah jodoh dan pertemuan telah Allah tentukan!”

Tetapi

Menolak cinta yang bergelumang dosa adalah sama sekali tidak bermaksud yang persoalan jodoh boleh dipisahkan dari usaha. Ia bertentangan dengan sunnatullah yang menuntut kita mengambil sebab musabab dalam kehidupan. Bagaimana kalau ayat tersebut digantikan dengan persoalan makan?

“Kenapa mesti mencuri untuk mencari rezeki, bukankah makan dan minum kita telah Allah tentukan?”, ayat ganti dalam skop yang sama.

Mampukah seorang manusia yang waras percaya bahawa perbuatan mencuri untuk mencari makan, adalah kesalahan yang mesti dihentikan dan gantiannya ialah menunggu sahaja beras ajaib menjadi nasi, ikan di laut berenang ke pinggan, dan tangan menyuap tanpa usaha!

Sudah tentu perbuatan berdua-duaan tanpa ikatan perkahwinan, yang sudah menjadi kelaziman yang menggila di kalangan masyarakat kampus adalah perbuatan yang salah dan harus diperbetulkan. Namun menolak itu tidak bermaksud yang seorang siswa dan siswi boleh duduk bertimpuh bertahajjud di atas sejadah merayu kepada Allah agar beroleh jodoh tanpa sebarang usaha ke arah mendapatkannya.

 

Teguklah madu-madu cinta dengan berlandaskan syariat Islam. Jadikanlah hati-hati yang diselubungi cinta indah di dada tanpa mengurangkan  rasa cinta padaMu ya Rabbi......

Till then...
salam sayang~~